KARAWANG || Patriotjabar.com — Sekitar 100 hektare lahan pertanian di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, terancam gagal tanam akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Minimnya pasokan air irigasi, membuat kondisi sejumlah persawahan semakin memprihatinkan.
Kondisi tersebut, dikeluhkan para petani yang menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian. Mereka khawatir tidak dapat melaksanakan musim tanam apabila kebutuhan air untuk persawahan tidak segera terpenuhi.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukasari, Endang, mengungkapkan bahwa kondisi lahan pertanian yang dikelola kelompoknya saat ini mulai mengering dan mengalami keretakan.
Menurutnya, minimnya pasokan air membuat lahan pertanian di wilayah 4 hingga 6 tidak memiliki kelembapan yang cukup untuk dilakukan penanaman padi.
“Sekarang kondisi sawah sudah kering dan pecah-pecah. Kalau pasokan air tidak segera ada, kami khawatir tidak bisa melakukan tanam pada musim ini,” ungkap Endang.
Ancaman kekeringan tersebut, dirasakan langsung oleh puluhan petani yang tergabung dalam Gapoktan Mulyasari, Desa Sukasari. Selain berpotensi menghambat masa tanam, kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap pendapatan dan hasil produksi pertanian para petani.

Kondisi kekeringan disebut, telah berlangsung selama beberapa waktu, seiring berkurangnya bahkan terhentinya aliran air irigasi yang selama ini menjadi salah satu sumber pengairan persawahan di wilayah Kecamatan Cibuaya.
Karawang yang selama ini, dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi beras menghadapi tantangan pengairan di sejumlah wilayah pertanian. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan cepat agar lahan pertanian yang terdampak tidak semakin luas.
Menghadapi kondisi tersebut, pihak Gapoktan berharap adanya perhatian dan intervensi dari Pemerintah Kabupaten Karawang serta dinas terkait. Salah satu bantuan, yang dinilai mendesak adalah penyediaan pompa air berkapasitas besar untuk membantu mengalirkan air dari sumber terdekat menuju area persawahan yang mengalami kekeringan.
Bantuan unit pompa air, diharapkan dapat menjadi langkah darurat untuk membantu menyelamatkan sekitar 100 hektare lahan pertanian yang saat ini membutuhkan pasokan air.
Para petani berharap, bantuan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga lahan yang mengering dapat kembali diairi dan proses musim tanam padi tetap dapat dilaksanakan.
(Team)





Komentar