Pembangunan Majelis Taklim Baiturrohman di Jatimulya Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi dan Minim Transparansi

KARAWANG || Patriotjabar.com — Pembangunan gedung Majelis Taklim Baiturrohman yang berlokasi di Dusun Babakan Kadaung RT 01/RW 07, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Proyek pembangunan fasilitas keagamaan tersebut diduga memiliki ketidaksesuaian spesifikasi material konstruksi serta belum memenuhi keterbukaan informasi terkait pelaksanaannya.

Sorotan ini muncul, setelah awak media Patriotjabar.com melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan hasil pengukuran awal di lapangan, ditemukan indikasi ketidaksesuaian ukuran material besi yang digunakan pada struktur bangunan. Besi sloof yang terpasang terukur sekitar 8,11 milimeter, sedangkan besi cincin atau begel tercatat sekitar 6,9 milimeter.

Temuan tersebut, menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengacu pada dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan tenaga ahli yang berkompeten.

Pasalnya, kesesuaian konstruksi tidak hanya ditentukan oleh diameter besi, tetapi juga dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti jumlah tulangan, jarak begel, mutu material, dimensi struktur, serta metode pengerjaan.

Selain persoalan teknis, aspek transparansi pelaksanaan pembangunan juga menjadi perhatian. Saat peninjauan dilakukan, awak media tidak menemukan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan.

Ketiadaan papan informasi tersebut, menyulitkan masyarakat untuk mengetahui secara langsung sumber anggaran, nilai pekerjaan, pihak pelaksana, waktu pelaksanaan, serta instansi atau pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.

Kondisi ini perlu, mendapat penjelasan dari pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material dan belum terlihatnya papan informasi proyek menjadi dua persoalan yang perlu ditelusuri secara terbuka. Meski demikian, temuan awal tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan anggaran atau praktik korupsi tanpa didukung bukti dan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Masyarakat berharap, pembangunan Majelis Taklim Baiturrohman dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, mengutamakan kualitas bangunan, serta memperhatikan aspek keselamatan jamaah yang nantinya akan menggunakan fasilitas tersebut.

Pihak pelaksana maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang diharapkan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material, sumber dan nilai anggaran, serta alasan belum terpasangnya papan informasi proyek di lokasi pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai temuan tersebut. Patriotjabar.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi menjaga keberimbangan informasi.

(Timsus)

Komentar