Dugaan Penyimpangan Spesifikasi Material Bayangi Proyek Rehabilitasi SDN 2 Cikande

KARAWANG || Patriotjabar.com – Proyek rehabilitasi ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cikande, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi CV Bambu Runcing tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 itu diketahui memiliki nilai anggaran sebesar Rp353.806.000.

Anggaran tersebut, diperuntukkan bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga hasil pekerjaan diharapkan mampu memberikan bangunan yang kokoh, aman, dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan justru menuai pertanyaan setelah muncul dugaan adanya penggunaan material konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

Berdasarkan keterangan seorang pekerja proyek yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, pemasangan besi struktur, khususnya pada bagian pengecoran sloof, dilakukan berdasarkan arahan mandor lapangan berinisial WY.

Menurut sumber tersebut, spesifikasi awal pekerjaan mensyaratkan penggunaan besi berukuran 12 mm untuk sloof, sedangkan besi ukuran 8 mm digunakan sebagai besi ring atau cincin sloof.

Namun, dugaan ketidaksesuaian muncul dalam pelaksanaan di lapangan. Untuk memastikan informasi tersebut, sejumlah awak media melakukan pengecekan dan pengukuran secara langsung terhadap material yang digunakan pada proyek rehabilitasi SDN 2 Cikande.

Dari hasil pengukuran secara uji petik di lokasi, ditemukan besi yang disebut berukuran sekitar 9,9 mm, sementara ukuran yang dipersyaratkan disebut 12 mm. Selain itu, besi ring atau cincin yang terukur sekitar 4,2 mm, sementara spesifikasi yang disebutkan sebelumnya adalah 8 mm.

Perbedaan ukuran material tersebut, menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen proyek.

Jika dugaan tersebut terbukti, penggunaan material dengan ukuran yang lebih kecil dari spesifikasi berpotensi memengaruhi kualitas dan kekuatan struktur bangunan. Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan apakah material yang digunakan benar-benar memenuhi persyaratan pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh klarifikasi resmi dari pihak CV Bambu Runcing, mandor lapangan berinisial WY, maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang mengenai dugaan ketidaksesuaian material tersebut.

(Red)

Komentar