KARAWANG || Patriotjabar.com – Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Proyek yang dilaksanakan oleh P3A Wahana Sejahtera Tani dengan nilai bantuan Rp195.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis pekerjaan.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, Senin (13/7/2026), ditemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pada pekerjaan pasangan batu turap irigasi.
Di antaranya, pasangan batu diduga tidak menggunakan batu muka (batu tampak) sehingga hasil pekerjaan terlihat kurang rapi dan tidak seragam. Selain itu, jarak nat antar batu diduga terlalu lebar dan tidak sesuai dengan ketentuan teknis, yang umumnya mengharuskan nat dibuat rapat dan proporsional agar konstruksi lebih kuat serta kedap terhadap rembesan air.
Temuan lainnya, terdapat sebatang pohon berukuran cukup besar yang berada tepat di tengah jalur bangunan turap. Pohon tersebut tidak dibongkar maupun ditebang sehingga pasangan batu dibuat mengelilingi batang pohon. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa volume pekerjaan pasangan batu berkurang karena sebagian area yang seharusnya dibangun tidak dikerjakan.

Selain itu, galian pondasi turap juga diduga kurang dalam, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi apabila tidak sesuai dengan gambar rencana maupun spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi berharap pekerjaan tersebut diawasi secara ketat agar kualitas bangunan sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.
“Kalau memang menggunakan uang negara, tentunya masyarakat berharap hasilnya benar-benar sesuai spesifikasi sehingga bangunan bisa bertahan lama,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Patriotjabar.com akan berupaya mengonfirmasi kepada pihak P3A Wahana Sejahtera Tani, konsultan pendamping, serta BBWS Citarum untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan atas temuan di lapangan, sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang.
(Epeng/Red)








Komentar