KARAWANG || Patriotjabar.com – Konflik antarpemuda yang terjadi tanpa alasan yang jelas kembali meresahkan warga di wilayah perbatasan Desa Kemiri dan Desa Kertasari, Kabupaten Karawang. Setiap sore hari, sekelompok pemuda dari kedua desa tersebut terlibat aksi tawuran di area pesawahan yang berada di antara Dusun Tegalasem dan Dusun Buahgebang.
Ironisnya, aksi saling serang tersebut seolah menjadi kebiasaan yang terus berulang setiap kali musim panen padi berakhir. Kondisi ini menimbulkan kebingungan sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat karena hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama terjadinya bentrokan tersebut.
Tokoh masyarakat Dusun Tegalasem, Mustamir, mengaku prihatin dengan fenomena sosial yang dinilai merugikan warga. Menurutnya, masa pascapanen yang seharusnya menjadi momentum penuh rasa syukur bagi masyarakat agraris justru kerap diwarnai perselisihan antarpemuda.
“Kami merasa heran, setiap selesai panen tiba, pemuda Tegalasem dengan pemuda Buahgebang rutin melakukan tawuran. Kejadian seperti ini jelas sudah menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan di kalangan warga,” ujar Mustamir kepada awak media Patriotjabar, Kamis (4/6/2026).
Akibat pertikaian yang terjadi secara berulang tersebut, suasana mencekam kerap dirasakan warga di kedua dusun. Aktivitas masyarakat yang berada di sekitar lokasi pun terganggu karena khawatir bentrokan sewaktu-waktu kembali pecah.
Warga menilai, tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh kelompok pemuda dari Desa Kemiri dan Desa Kertasari telah menimbulkan keresahan, kegaduhan, serta mengancam keamanan lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah desa maupun aparat penegak hukum.
Pemerintah desa, dari kedua wilayah diharapkan segera mengambil peran aktif untuk memediasi para pihak yang terlibat dan mencari akar permasalahan yang memicu konflik tersebut. Selain itu, warga juga meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli dan melakukan tindakan tegas guna mencegah terulangnya aksi tawuran.
Masyarakat berharap, intervensi cepat dari pemerintah desa dan kepolisian dapat menghentikan tradisi buruk pascapanen tersebut serta mengembalikan situasi yang aman, damai, dan kondusif bagi warga di wilayah perbatasan Desa Kemiri dan Desa Kertasari.
(Gugun)





Komentar