Karawang || Patriotjabar.com – Kesedihan yang di Alami keluarga seorang Buruh Serabutan di Rengasdengklok Karawang yang Tinggal di Rumah Reyot, Cemas Ambruk Tiap Hujan.
Hidup serba kekurangan yang dialami pasangan Yoyo Sunaryo dan Iin fitriyah, warga Dusun Tegalasem RT. 015 / RW. 06 Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawabarat.
Mereka tinggal di rumah bilik berukuran 5 x 6 meter yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Nampak, dari luar rumah bilik dan kayu nampak lapuk di makan usia, atap genteng yang sudah bergeser dan rawan ambruk.
Di dalamnya, hanya ada dua kamar sempit dan satu kamar tamu yang disekat ala kadarnya untuk dapur. Tak ada ubin, tak ada cat, hanya anyaman bambu bilik lapuk yang menahan angin masuk ke dalam rumah biliknya.
Parahnya lagi untuk buang air besar, Yoyo bersama keluarganya harus menumpang ke empang milik tetangganya, lantaran belum memiliki fasilitas WC.
“keinginan Yoyo Sunaryo hanya satu, untuk segera mendapat bantuan renovasi Rutilahu menjadi Rulahu dari Pemerintah Kabupaten Karawang.”

Kesehariannya Yoyo dan istrinya bekerja serabutan, sesekali dia bekerja kuli bangunan, dan istrinya bekerja Ibu Rumah Tangga (IRT), namun penghasilan yang diperoleh tak menentu.
Sehari paling dapat Rp 50 sampai 80 ribu. Kalau nggak ada, ya udah nganggur,” ucap YoYo, Selasa (28/April 2026).
Kondisi bagian belakang, samping kanan kiri rumah pasangan Yoyo dan Iin
semakin parah apalagi setiap musim penghujan tiba. Atap genteng yang bergeser membuat air masuk deras di dalam rumah sehingga lantainya becek dan licin.
“Kadang suka kaget dan was was kata Iin istri Yoyo, dia sama keluarga sampai lari ke luar rumah takut rumahnya ambruk,” ujar istri Yoyo, Iin.
Meski pernah didata oleh pihak yang mengaku dari Aspirator Dewan, hingga kini keluarga Yoyo sunaryo belum juga mendapatkan bantuan renovasi rumah. Malah rumahnya sempet juga difoto-foto aja,” timpal Yoyo.
(Gugun gunawan)






Komentar