Karawang || Patriotjabar.com — Lahan bekas penggusuran di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan kawasan dengan penanaman pohon kelapa hibrida, kini dilaporkan dalam kondisi tidak terawat. Sejumlah warga, mengeluhkan minimnya perawatan terhadap tanaman yang telah ditanam, sehingga area tersebut dipenuhi rumput liar dan terlihat terbengkalai.
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga, kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan perawatan dari pihak terkait. Rumput liar tumbuh tinggi di sekitar pohon kelapa, yang mengindikasikan kurangnya perhatian terhadap keberlangsungan program tersebut.
Warga pun mempertanyakan kejelasan rencana awal pemerintah terhadap lahan tersebut, mengingat sebelumnya dilakukan penggusuran terhadap permukiman warga.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan dengan kebijakan pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya terdampak langsung dari penggusuran tersebut.”Dulu rumah saya dibongkar untuk proyek ini. Saya keluar biaya sekitar Rp80 juta, tapi ganti rugi dari pemerintah hanya Rp10 juta. Sekarang saya harus tinggal di rumah kontrakan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa warga saat itu diminta bahkan terkesan dipaksa untuk meninggalkan lahan mereka demi kepentingan pembangunan.

Namun, kondisi saat ini justru berbanding terbalik dengan harapan awal. “Kami dulu disuruh pindah, tapi sekarang lahannya tidak dirawat. Bahkan pohon kelapa yang ditanam pun dibiarkan begitu saja. Jadi kami bingung, sebenarnya pemerintah ini bagaimana?” ungkapnya.
Menurut informasi warga, pada saat proses penggusuran berlangsung, Gubernur Jawa Barat saat itu juga sempat turun langsung meninjau lokasi. Hal tersebut, semakin memperkuat harapan masyarakat bahwa lahan tersebut akan dikelola dengan baik. Namun hingga kini, warga menilai belum ada kejelasan maupun realisasi pengelolaan yang maksimal dari pemerintah.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan sekaligus mengambil langkah konkret untuk merawat dan mengoptimalkan lahan tersebut, agar tidak terkesan sia-sia
serta tidak menambah kekecewaan masyarakat yang telah terdampak penggusuran.
(Red)










Komentar