Banjir Rendam Permukiman dan Sawah di Kecamatan Cibuaya, Petani Terancam Gagal Panen

Karawang || Patriotjabar.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Pada Senin (12/01/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah desa. Beberapa wilayah terdampak di antaranya Dusun Krajan Desa Kedungjeruk.

Banjir menyebabkan air masuk ke rumah warga serta merendam lahan persawahan yang sedang dalam masa tanam (tandur).

Berdasarkan pantauan di lapangan, air meluap ke permukiman dan pesawahan hanya setelah satu malam hujan, yang diduga kuat akibat saluran pembuang tidak berfungsi normal. Akibatnya, sawah milik petani yang baru ditanami padi terendam banjir dan berpotensi mengalami kerusakan.

Atin Supriatin, LSM GMBI Distrik Karawang Bidang Investigasi, menyampaikan bahwa banjir diduga terjadi karena saluran air tersumbat, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.

“Kami menduga adanya saluran pembuang yang tersumbat, khususnya di wilayah Kalindung dan Sadari Jaya Sari hingga ke saluran muara. Akibatnya, air meluap ke daratan dan merendam persawahan, padahal hujan hanya terjadi semalam,” ujar Atin.

Ia berharap agar pembersihan saluran pembuang segera dilakukan, terutama di titik-titik rawan yang selama ini menjadi langganan genangan air.

“Dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang, perlu segera dilakukan normalisasi dan pembersihan saluran pembuang agar air dapat mengalir dengan lancar,” tambahnya.

Selain itu, Atin juga meminta agar para kepala desa dan Camat Cibuaya lebih aktif melakukan monitoring saluran air di wilayahnya masing-masing.

“Kami memohon kepada setiap kepala desa dan Camat Cibuaya agar rutin memantau saluran pembuang. Jangan sampai air tidak berjalan normal dan kembali merugikan masyarakat,” tegasnya.

Terkait dampak banjir terhadap sektor pertanian, Atin menyoroti kondisi sawah petani yang saat ini masih dalam tahap tandur.

“Sawah petani sekarang sedang tandur dan sudah kebanjiran. Kami mempertanyakan bagaimana sikap dan langkah UPTD Pertanian Kecamatan Cibuaya dalam menyikapi kondisi ini,” katanya.

Tak hanya itu, Atin juga menyinggung keberadaan alat berat (beko) dari dinas terkait yang sebelumnya sempat berada di setiap desa di Kecamatan Cibuaya, namun justru dipulangkan.

“Kami sangat menyayangkan beko dari dinas Kabupaten Karawang yang sudah ada di tiap desa Kecamatan Cibuaya justru dipulangkan. Faktanya, hujan satu malam saja sudah menyebabkan banjir,” pungkas Atin.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah untuk mencegah banjir berulang serta meminimalisir kerugian petani dan masyarakat terdampak.

(Ifan)