Kisah Abah Enang: Hidup Memprihatinkan, Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Berita, Daerah550 views

Karawang || Patriotjabar.com – Isu kemiskinan ekstrem dan kelayakan hunian kembali menjadi sorotan di Kabupaten Karawang menyusul kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Abah Enang Sukirman, seorang warga lanjut usia dari Bojong Tugu 2, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Di tengah keterbatasan ekonomi dan hidup sebatang kara, Abah Enang kini hanya bisa menggantungkan harapan pada belas kasih dan perhatian dari pemerintah daerah.

Pada Rabu (12/11/2025), rumah sederhana yang menjadi satu-satunya tempat tinggal Abah Enang terungkap dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Struktur bangunan yang terbuat dari kayu tampak lapuk, dindingnya menunjukkan retakan yang mengkhawatirkan, dan tiang-tiang penopang terlihat nyaris ambruk, menandakan risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi penghuninya.

Kondisi tersebut semakin diperburuk saat musim penghujan tiba. Atap rumah yang telah bocor di berbagai sisi membuat air hujan dengan mudah membanjiri bagian dalam rumah. Abah Enang mengungkapkan kekhawatirannya, “Jika hujan turun, air masuk dari genteng yang bocor. Saya hanya bisa berdiam diri di sudut, diliputi rasa takut kalau-kalau rumah ambruk.”

Ironi muncul ketika Abah Enang mengaku bahwa, hingga saat ini, ia belum pernah tersentuh oleh program Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah, baik di tingkat desa maupun daerah. Data penerima bantuan sosial yang seharusnya memprioritaskan warga dengan kondisi ekonomi dan hunian seburuk miliknya tampaknya belum menjangkau beliau.

Lebih lanjut, rumah Abah Enang juga belum pernah masuk dalam daftar penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang merupakan program strategis pemerintah Kabupaten Karawang untuk perbaikan hunian warga miskin. Program ini, yang menjadi tumpuan harapan banyak warga prasejahtera, belum memberikan dampak nyata bagi dirinya.

Menyikapi kondisi kritis ini, Abah Enang menaruh harapan besar dan seruan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). Ia memohon agar pihak dinas dapat turun langsung ke lokasi guna melakukan verifikasi dan peninjauan kondisi riil di lapangan.

Permohonan serupa juga dialamatkan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil II Karawang. “Saya hanya berharap ada pihak yang datang melihat keadaan saya. Rumah sudah miring, genteng bocor semua. Saya sangat memohon bantuan melalui program Rutilahu atau bentuk bansos lainnya,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Keprihatinan mendalam turut dirasakan oleh warga sekitar Bojong Tugu 2. Mereka secara kolektif menyuarakan permohonan agar anggota dewan dan dinas terkait tidak menutup mata terhadap penderitaan Abah Enang. “Kondisi Abah Enang sangat memerlukan perhatian segera. Kami berharap Dinas PRKP Karawang berkenan turun langsung dan segera menyalurkan bantuan,” tutur salah seorang perwakilan warga.

Warga menekankan bahwa program Rutilahu, baik yang bersumber dari aspirasi anggota dewan Dapil II maupun anggaran murni Dinas PRKP Karawang, harus benar-benar diimplementasikan secara tepat sasaran. Bantuan tersebut tidak boleh sekadar menjadi wacana administratif, melainkan harus menyentuh langsung warga yang berada dalam kondisi paling membutuhkan seperti Abah Enang.

Saat ini, masyarakat luas menantikan langkah konkret dan tindakan nyata dari para pemangku kebijakan. Penanganan kondisi warga miskin dan rentan seperti Abah Enang tidak seharusnya menunggu momentum politik, melainkan merupakan perwujudan esensial dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya.

(Gugun Gunawan)