Karawang || Patriotjabar.com — Pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Sukasari RT 006/RW 03, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan warga. Program yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan minim transparansi.
Sorotan itu, mencuat saat awak media melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pada Jumat (4/9/2026). Di lokasi, tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai nilai anggaran, sumber pendanaan, maupun pihak pelaksana.
Ketiadaan papan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait keterbukaan pelaksanaan program, termasuk besaran anggaran dan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan.
Selain persoalan transparansi, warga menyoroti penggunaan material bangunan, khususnya besi yang digunakan untuk komponen struktur rumah. Sejumlah material tersebut diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Guna memastikan aduan tersebut, awak media melakukan pengukuran terhadap besi yang terpasang di lokasi pembangunan. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan besi begel utama berdiameter sekitar 7,6 milimeter, sedangkan besi cincin atau ring balk berukuran sekitar 3,8 milimeter.

Temuan tersebut, menjadi perhatian karena komponen struktur bangunan memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan keamanan rumah. Namun, kesesuaian ukuran besi dengan spesifikasi teknis program perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya dinas terkait, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas material, metode pelaksanaan, serta kelengkapan informasi proyek.
Masyarakat meminta, agar pihak pelaksana memberikan penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan dan penggunaan anggaran. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, warga berharap dilakukan perbaikan sesuai ketentuan agar rumah yang dibangun benar-benar layak dan aman ditempati.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak pelaksana mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan ketiadaan papan informasi proyek tersebut.
(Mir)






Komentar