KARAWANG || Patriotjabar.com – Kondisi memprihatinkan dialami Enur, warga Dusun Gempol Tengah RT 13 RW 07, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Rumah yang ia huni bersama keluarganya kini nyaris roboh, dengan bagian dapur yang telah ambruk serta atap yang bocor parah saat hujan turun.
Di tengah ancaman keselamatan yang nyata, bantuan dari pemerintah daerah tak kunjung datang. Padahal, rumah tersebut sudah beberapa kali didata dan didokumentasikan oleh pihak terkait sebagai calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Kalau hujan disertai angin, saya takut rumah ini roboh dan menimpa anak-Suami saya,” ujar Enur, seorang pedagang makanan keliling, Senin (28/3). Ia mengaku telah bertahun-tahun menunggu kepastian bantuan tanpa hasil.
Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Karawang setiap tahun menggembar-gemborkan program Rutilahu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya warga yang hidup dalam kondisi membahayakan tanpa penanganan cepat.
“Kami hanya berharap ada perhatian. Dari siapa pun, terutama dari pemerintah, melalui program apa saja—yang penting nyata, bukan hanya dalam data atau proposal,” keluh Enur.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menilai lambannya penanganan ini mencerminkan lemahnya respons pemerintah daerah, khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Karawang.

“Sudah sering didata, difoto, tapi tidak ada realisasi. Seharusnya pemerintah lebih peka. Ini bukan sekadar rumah tidak layak, tapi sudah mengancam nyawa,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa pemerintah tidak seharusnya hanya fokus pada laporan administratif tanpa memastikan implementasi di lapangan berjalan nyata.
“Program jangan hanya bagus di atas kertas. Kalau warga masih tinggal di rumah yang hampir roboh, itu artinya ada yang gagal dalam pelaksanaannya,” tambahnya.
Di tengah pesatnya pembangunan di wilayah Karawang, kondisi yang dialami Enur menjadi ironi. Ketimpangan antara pembangunan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat semakin terlihat nyata.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan tidak lagi menunda bantuan, mengingat kondisi rumah tersebut sudah dalam tahap darurat dan berpotensi menimbulkan korban jika terus diabaikan.
(Red)






Komentar