Karawang || Patriotjabar.com – Ketua Umum Jurnalis Karawang Bersatu (JKB), Heri Pramika, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera merealisasikan pelebaran dan peningkatan kualitas Jalan Junti–Sampalan. Ruas jalan yang dimaksud membentang dari Jembatan Kali Apur hingga Kantor Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya.
Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan yang dinilai semakin rusak dan bergelombang, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Heri menilai, perbaikan Jalan Junti–Sampalan harus menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026 mengingat fungsinya sebagai jalur vital aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kondisi Jalan Junti–Sampalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan yang tidak merata dan permukaan jalan yang bergelombang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kami meminta Dinas PUPR Kabupaten Karawang segera melakukan realisasi nyata, bukan sekadar wacana,” ujar Heri Pramika, Senin (9/2/2026).
Menurut Heri, perbaikan yang dilakukan selama ini cenderung bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh solusi jangka panjang. Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan peningkatan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pelebaran badan jalan hingga pengaspalan total.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat Kutawaluya untuk beraktivitas sehari-hari. Sudah seharusnya dilakukan peningkatan kualitas secara total demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tambahnya.
Meski demikian, Heri mengapresiasi respons awal dari Pemerintah Kecamatan Kutawaluya, Dinas PUPR Kabupaten Karawang, UPTD PUPR Telagasari, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kutagandok, Jaenal, mengaku prihatin dengan kondisi Jalan Junti–Sampalan yang kerap ia lalui untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ia menilai perbaikan yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar persoalan.
“Aslina eta jalan kitu, Pak. Jalur Junti mah geus parah pisan. Geus sababaraha kali ditambal sulam, tapi teu aya parobahan. Nu dipikasieuneun téh mun aya korban kacilakaan di jalur ieu,” ungkap Jaenal.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kerusakan Jalan Junti–Sampalan tidak terus berlarut dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat.
(Ifan)






Komentar