Ratusan Petani Cibuaya Gelar Aksi Damai, Tuntut BBWS dan PJT II Normalisasi Saluran Irigasi

Karawang || Patriotjabar.com — Ratusan petani yang tergabung dari empat desa di Kecamatan Cibuaya—yakni Desa Jayamulya, Gebangjaya, Pajaten, dan Kedungjaya—menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Jembatan Balong Jambe, Jalan Cikangkung-Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Kamis (17/9/2026). Aksi ini dipicu oleh krisis air hebat yang mengancam kehancuran ribuan hektar lahan pertanian di wilayah hilir akibat tersumbatnya aliran irigasi.

Dalam aksi tersebut, para petani menuntut ketegasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II Rengasdengklok untuk segera mengambil langkah nyata. Kepala Desa Jayamulya, Carwadi Adi Saepudin, yang hadir mendampingi warganya, menegaskan agar pihak pengelola irigasi memperbesar debit air, melakukan normalisasi saluran secara menyeluruh, serta menindak tegas bangunan liar maupun jembatan yang menyempitkan aliran air.

Kondisi kelangkaan air, di Kecamatan Cibuaya kini berada pada taraf yang sangat memprihatinkan. Puluhan ribu hektar sawah terancam mengalami gagal panen total jika pasokan air tidak segera membaik. Hal ini terasa sangat ironis mengingat debit air di kawasan hulu irigasi sebenarnya melimpah, namun pasokannya mendadak menyusut drastis begitu mendekati wilayah Cibuaya.

Hambatan utama, ditengarai berasal dari banyaknya konstruksi jembatan dan bangunan di sepanjang saluran irigasi yang menyempitkan badan air. Jembatan Balong Jambe menjadi salah satu contoh nyata di mana strukturnya menghambat laju air secara signifikan, sehingga aliran tidak mampu menjangkau sawah-sawah warga di kawasan hilir yang sangat bergantung pada irigasi tersebut.

Melalui aksi ini, para petani menekankan bahwa tuntutan mereka bukanlah hal yang berlebihan, melainkan hak mendasar untuk mendapatkan pasokan air penunjang kehidupan pertanian. Pihak BBWS dan PJT II Rengasdengklok mendesak agar segera turun ke lapangan dan melangkah cepat tanpa menunda-nunda, guna mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar bagi para petani.

Air merupakan urat nadi utama keberlangsungan sektor pertanian. Tanpa adanya tindakan tegas berupa pembongkaran penumpukan hambatan dan pembesaran debit air dalam waktu dekat, ribuan keluarga petani di Kecamatan Cibuaya dipastikan akan menanggung dampak buruk yang mengancam ketahanan pangan serta kesejahteraan hidup mereka.

(Mir)