Karawang || Patriotjabar.com — Pembangunan rehabilitasi ruang kelas Pos PAUD Djaulhaq di Desa Kedungjeruk, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan, Sabtu (12/09/2026).
Pasalnya, hasil pengukuran awal terhadap material pembesian menunjukkan ukuran yang berbeda dari keterangan pekerja. Selain itu, sambungan dinding baru dengan dinding lama perlu mendapat perhatian.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan perbaikan ruang kelas Pos PAUD yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026. Papan proyek mencantumkan nilai pekerjaan sebesar Rp141.900.000, dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, mulai 7 Agustus 2026 hingga 4 November 2026. Kontraktor pelaksana tercantum CV. Cipta Raya Mandiri.
Saat ditemui di lokasi, pekerja mengatakan, pekerjaan telah berlangsung selama kurang lebih empat hari. Mereka menyebut, konsultan pengawas bernama Khoerudin, yang disebut berasal dari wilayah Tanjungpura.
“Kami bekerja sudah empat hari. Kami tidak pegang gambar, yang pegang hanya konsultan pengawas, Khoerudin,” ujar salah seorang pekerja.
Ketika ditanyakan, mengenai material pembesian, pekerja menyampaikan bahwa besi untuk balok dan cor sloof menggunakan ukuran 12 milimeter, sedangkan cincin atau begel menggunakan besi ukuran 8 milimeter.
Namun, hasil pengukuran awal menggunakan alat ukur sigmat digital menunjukkan besi yang disebut, berukuran 12 milimeter terukur sekitar 8,8 milimeter. Pada jenis besi lainnya, hasil pengukuran menunjukkan sekitar 8,3 milimeter. Sementara itu, besi yang digunakan untuk cincin atau begel terukur sekitar 5,0 milimeter.
Selain pembesian, hasil pemantauan visual juga menunjukkan sambungan antara dinding baru dan dinding lama. Pada bagian pertemuan tersebut terlihat material yang tidak rata serta celah di antara kedua dinding. Dari permukaan yang terlihat, tidak tampak besi stek atau angkur sebagai pengikat sambungan.
Meski demikian, keberadaan pengikat yang mungkin tertanam di dalam pasangan dinding belum dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan visual. Karena itu, metode penyambungan tersebut perlu diverifikasi berdasarkan gambar kerja dan penjelasan teknis dari pelaksana maupun konsultan pengawas.

Dalam pemantauan di lokasi, sejumlah pekerja juga terlihat bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tampak dikenakan saat bekerja. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian pihak pelaksana demi menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.

Salah seorang penerima manfaat mengatakan, dirinya berharap pembangunan tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi dan maksimal.
“Kalau kami sebagai penerima, ingin pembangunan dikerjakan sesuai spek dan maksimal. Kalau saya hanya penerima, ya terima beres, terima kunci. Masalah RAB tidak tahu, tidak pernah diperlihatkan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, bahwa sejauh yang diketahuinya, belum ada pemeriksaan langsung dari pihak dinas ke lokasi sejak pekerjaan dimulai.
Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang serta konsultan pengawas yang disebut, bernama Khoerudin belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian pembesian, metode sambungan dinding, dan pengawasan pekerjaan.
Media Patriotjabar.com, masih berupaya menggali informasi dan meminta klarifikasi kepada pihak terkait guna memperoleh keterangan yang berimbang.
Hasil pengukuran tersebut merupakan temuan awal di lapangan. Kepastian sesuai atau tidaknya pekerjaan terhadap spesifikasi kontrak masih perlu diverifikasi dengan RAB, gambar kerja, dan pemeriksaan teknis pihak berwenang.
(Fikri)








Komentar