Mentan Amran Sidak Persawahan di Kutawaluya Karawang, Pastikan Pompanisasi Atasi Kekeringan

KARAWANG || Patriotjabar.com — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area persawahan di Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Senin (31/8/2026).

Sidak tersebut, dilakukan untuk memastikan bantuan pompa yang dikirim pemerintah benar-benar telah terpasang dan dimanfaatkan oleh para petani dalam mengatasi persoalan kekeringan.

Amran mengatakan, pemerintah tidak ingin hanya memantau kondisi pertanian dari Jakarta. Menurutnya, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk melihat kondisi persawahan sekaligus memastikan program pompanisasi berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita cek langsung, jangan hanya dicek dari Jakarta,” kata Amran.

Menurut Amran, sekitar 30.000 hektare lahan sawah di berbagai wilayah Indonesia saat ini terdampak kekeringan. Pemerintah pun terus mengirimkan bantuan pompa ke sejumlah daerah yang mengalami kekurangan pasokan air.

Selain pompa, pemerintah juga menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor dan mesin panen, guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Amran menyebutkan, program pompanisasi yang telah dilakukan sebelumnya berhasil memasang sekitar 100.000 unit pompa. Program tersebut dinilai turut membantu meningkatkan produksi gabah di Pulau Jawa hingga sekitar 2,8 juta ton.

Khusus di wilayah Karawang, Amran menyebut terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang berpotensi meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi program pompanisasi.

Ia optimistis, produktivitas padi di Karawang yang saat ini berada di kisaran 7 ton per hektare masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 11–12 ton per hektare melalui penerapan metode baru dan optimalisasi teknologi pertanian.

Amran memastikan, kondisi kekeringan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap produksi padi di Kabupaten Karawang.

“Ada dampak, tetapi tidak akan mempengaruhi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menegaskan pemerintah akan terus turun langsung ke lapangan untuk memastikan berbagai bantuan dan program pertanian benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

Menurutnya, langkah konkret di lapangan jauh lebih penting dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ini yang dibutuhkan rakyat, aksi nyata. Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihat langsung lapangan,” tegasnya.

(Red)