Gegara Muncul Berita Dugaan Penyimpangan Spesifikasi Pembesian, CV Prima Wadas Sentosa Terbitkan Berita Tandingan

KARAWANG || Patriotjabar.com — Dinamika hubungan antara media massa dan industri konstruksi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Karawang. Hal tersebut mencuat setelah munculnya klarifikasi sekaligus pemberitaan tandingan dari pelaksana proyek, CV Prima Wadas Sentosa, menyusul pemberitaan mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pembesian pada pembangunan PAUD Pelangi di wilayah Rengasdengklok yang sebelumnya diberitakan oleh Media Patriotjabar.com pada akhir Agustus 2026.

Pemberitaan sebelumnya, menyoroti dugaan penggunaan material pembesian yang dinilai perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan standar teknis yang dipersyaratkan dalam pembangunan ruang kelas PAUD Pelangi. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kualitas material dan pengerjaan struktur berkaitan langsung dengan kekuatan serta keamanan bangunan.

Merespons pemberitaan tersebut, CV Prima Wadas Sentosa selaku kontraktor pelaksana kemudian melakukan publikasi melalui sejumlah media massa. Dalam pemberitaan tersebut, pihak kontraktor memperlihatkan pengukuran material besi yang baru dirangkai dengan diameter sekitar 11,88 milimeter.

Sejumlah pemberitaan yang diterbitkan antara lain berjudul “Pembangunan Ruang Kelas PAUD Pelangi Karawang Terus Didorong Sesuai Spesifikasi” dan “CV Prima Wadas Sentosa Siap Kerjakan Proyek PAUD Pelangi Sesuai Spesifikasi”. Pemberitaan tersebut pada intinya menegaskan komitmen pelaksana untuk mengerjakan proyek sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut, dapat dipandang sebagai upaya pihak kontraktor memberikan klarifikasi sekaligus menjaga reputasi perusahaan di tengah munculnya pemberitaan yang mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Namun demikian, pernyataan melalui pemberitaan media belum serta-merta menjawab seluruh persoalan teknis yang sebelumnya dipersoalkan.

Pimpinan Umum Media Patriotjabar.com, Mustamir, menilai munculnya pemberitaan tandingan merupakan bagian dari dinamika yang lazim terjadi ketika sebuah perusahaan mendapatkan sorotan pemberitaan.

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada adanya pemberitaan tandingan, melainkan bagaimana memastikan kondisi fisik pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.

“Yang menjadi pertanyaan adalah terkait fisik pembangunan ruang kelas PAUD Pelangi Rengasdengklok. Besi begel untuk cor sloof yang baru diperlihatkan dan diukur sekitar 11,88 milimeter, mengapa baru muncul sekarang, bukan sejak awal pelaksanaan pekerjaan?” ujar Mustamir.

Ia mempertanyakan, kondisi bagian struktur yang sebelumnya telah dicor. Menurutnya, secara kasat mata terdapat perbedaan diameter antara besi yang telah terpasang dan dicor dengan material besi yang baru diperlihatkan dalam proses perakitan.

“Kalau besi yang baru dirangkai menunjukkan ukuran 11,88 milimeter, bagaimana dengan besi begel maupun besi cincin untuk sloof yang sebelumnya sudah ditutup coran? Itu yang menurut kami perlu dijelaskan dan diverifikasi secara teknis,” katanya.

Mustamir menegaskan, pihaknya tidak bermaksud menghakimi atau menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis.

Menurutnya, persoalan tersebut justru akan lebih terang apabila dilakukan pemeriksaan bersama terhadap dokumen teknis, material, metode pelaksanaan, serta kondisi fisik bangunan di lapangan.

Ia menilai, polemik yang berkembang di ruang publik jangan sampai menggeser substansi utama pembangunan fasilitas pendidikan, yakni memastikan bangunan yang dikerjakan memiliki kualitas dan keamanan sesuai ketentuan.

“Perang opini di ruang publik jangan sampai mengabaikan substansi utama pembangunan fasilitas pendidikan. Yang paling penting adalah bagaimana memastikan pekerjaan tersebut benar-benar sesuai spesifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Mustamir berharap dinas terkait, konsultan pengawas, maupun pihak yang berwenang dapat melakukan verifikasi teknis secara langsung terhadap pekerjaan pembangunan PAUD Pelangi Rengasdengklok.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjaga objektivitas seluruh pihak yang terlibat.

“Penilaian objektif dan verifikasi teknis secara langsung oleh dinas terkait serta pengawas proyek menjadi kunci utama untuk memastikan apakah pengerjaan fisik bangunan PAUD Pelangi Rengasdengklok benar-benar telah memenuhi standar dan spesifikasi yang dipersyaratkan,” pungkasnya.

(Red)

Komentar