Mandor Dede: Pastikan Revitalisasi SDN Kutawargi II Sesuai RAB dan Spesifikasi

KARAWANG || Patriotjabar.com – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SDN Kutawargi II, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, terus berjalan. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut mencakup rehabilitasi sejumlah ruang dan fasilitas sekolah.

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi ruang kelas I, II, III dan IV, ruang perpustakaan, serta ruang toilet guru. Total nilai pekerjaan yang tercantum dalam papan informasi mencapai Rp704.893.183.

Dalam papan informasi tersebut, tercantum Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Kutawargi II sebagai pelaksana kegiatan. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 13 Juli hingga 9 November 2026.

Dari hasil pantauan di lokasi, progres pekerjaan mulai terlihat pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Beberapa ruang yang direhabilitasi menunjukkan perubahan tampilan setelah dilakukan pengerjaan.

Pengecatan dinding dengan kombinasi warna kuning dan biru terlihat memberikan tampilan baru pada bangunan sekolah. Selain pengecatan, pekerjaan mencakup pemasangan lantai keramik, plafon, kusen, jendela dan nampak tersusun rapih.

Mandor pelaksana, Dede, yang akrab disapa Delon, mengatakan pihaknya berupaya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Menurut Dede, kualitas material menjadi salah satu hal yang diperhatikan sebelum digunakan dalam pekerjaan.

“Kami melaksanakan pekerjaan sesuai RAB. Untuk kualitas material, kami cek terlebih dahulu sebelum digunakan. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Baja ringan saja kami menggunakan baja CNP dengan ketebalan 0,75, disesuaikan dengan spesifikasi yang tercantum dalam RAB,” ujar Dede.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap material dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan setiap pekerjaan tetap sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Terkait adanya, pemberitaan maupun sorotan mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Dede mengatakan, pihaknya tidak menjadikan kritik tersebut sebagai persoalan. Kritik dan masukan dari masyarakat maupun awak media justru dapat menjadi bagian dari kontrol serta evaluasi agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih baik.

“Adanya pemberitaan negatif di lapangan, kami ucapkan terima kasih. Itu bagian dari kritik yang baik untuk kami sebagai pekerja agar ke depannya bisa lebih baik. Itu hanya miskomunikasi saja. Namun, apa yang kami kerjakan tetap mengacu pada gambar dan RAB,” katanya.

Dede menegaskan, pentingnya komunikasi dan keterbukaan dengan berbagai pihak selama proses pekerjaan berlangsung. Ia berharap hubungan baik dengan masyarakat maupun awak media dapat terus terjalin.

“Kami khususnya dengan awak media berupaya tetap sinergis dan kooperatif,” tambahnya.

Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat dan awak media merupakan bagian dari upaya menjaga pelaksanaan pekerjaan agar berjalan dengan baik, transparan, serta tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.

Di akhir keterangannya, Dede menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar, pihak sekolah, serta komite sekolah yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk mengerjakan program revitalisasi tersebut.

“Alhamdulillah, setelah selesai hasilnya sangat memuaskan. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat, kepala sekolah, dan komite yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengerjakan revitalisasi ini,” pungkasnya.

(Ifan)