KARAWANG || Patriotjabar.com– Kasus kematian bayi laki-laki berinisial TP (1,5), warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, kembali menyita perhatian publik. Setelah 24 hari dimakamkan, makam korban akhirnya dibongkar untuk proses ekshumasi. Sabtu (9/5/2026)
Proses pembongkaran makam dilakukan di area pemakaman keluarga yang berlokasi di Dusun 1 RT 01/RW 01, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan aparat kepolisian terkait dugaan kematian tidak wajar yang dialami korban.
Atin Supriatin LSM GMBI Distrik Karawang Bidang Investigasi yang berada di lokasi membenarkan adanya pembongkaran makam tersebut. Menurutnya, langkah itu dilakukan guna kepentingan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
“Sudah 24 hari dimakamkan. Sekarang hari Sabtu, 9 Mei 2026, dibongkar,” ujar Atin kepada wartawan.
Kasus ini, sebelumnya mencuat setelah ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban sebelum meninggal dunia pada Selasa (14/4/2026).
Sebelum meninggal, korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika kerabat korban bernama Komalasari dihubungi oleh ibu kandung TP pada pagi hari dan diminta segera datang ke Klinik Azahra.
Namun, saat tiba di lokasi kondisi korban disebut sudah kritis. Pihak klinik kemudian merujuk korban ke RS Hastien. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kematian bayi tersebut, memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan setelah ditemukan luka di sejumlah bagian tubuh korban.
Untuk memastikan penyebab kematian, aparat kepolisian memutuskan melakukan ekshumasi dan autopsi guna kepentingan penyelidikan.
Proses pembongkaran makam pun menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah personel kepolisian bersama tim medis forensik tampak berada di lokasi sejak pagi hari untuk melakukan identifikasi serta pengambilan sampel.
Ekshumasi, menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus kematian yang diduga tidak wajar. Hasil autopsi nantinya akan dicocokkan dengan temuan sebelumnya untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk kepentingan pendalaman penyidikan.
(Ifan)
