Karawang || Patriotjabar.com – Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) yang dilaksanakan Kelompok Tani P3A Sederhana di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, menuai sorotan warga dan petani sekitar. Proyek yang bersumber dari APBN Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Tahun 2026 itu diduga dikerjakan asal jadi dan tidak maksimal.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut memiliki luas layanan lahan mencapai 250 hektare dengan nilai anggaran sebesar Rp100 juta.
Namun, di lokasi pekerjaan terlihat hasil penurapan saluran irigasi dinilai tidak rapih. Selain itu, bangunan lama diduga tidak dibongkar sepenuhnya hingga dasar, sehingga masih tampak terlihat sisa bangunan lama yang menumpuk pada bagian bawah penurapan baru.

Salah seorang petani sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Rabu (06/05/2026) tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi proyek. Ia juga menyebutkan dugaan tinggi bangunan tidak sesuai dan hasil pekerjaan terlihat kurang maksimal.

“Kerjaannya kurang rapih, hasil bongkaran bangunan lama juga tidak maksimal. Tidak dibongkar sampai bawah, masih terlihat bangunan lama seperti numpang tindih dan untuk ketinggian nya kalau tidak salah 90 cm,” ujarnya.
Warga berharap, pihak terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi agar kualitas pembangunan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Ketua Kelompok Tani P3A Sederhana belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan tersebut.
(Red)





Komentar