Karawang || Patriotjabar.com – Dasum, seorang warga Dusun Krajan RT 006/RW 002, Desa Pasirmukti, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, ia bersama keluarganya tinggal di rumah yang nyaris roboh dan tidak layak huni.
Rumah yang ditempati Abah Dasum berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk dan berlubang. Sementara bagian atap rumah tampak rapuh serta bocor saat musim hujan. Kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan membuat rumah tersebut rawan ambruk sewaktu-waktu.
Keterbatasan ekonomi membuat Abah Dasum tidak mampu memperbaiki rumahnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya bekerja sebagai pencari rumput untuk pakan kambing milik tetangganya dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Kalau sedang tidak ada kerjaan, kadang sehari saya tidak makan karena tidak punya uang untuk beli beras,” ujar Dasum saat ditemui Patriotjabar.com di kediamannya, Sabtu (09/05/2026).

Ibnu, warga setempat, mengatakan kondisi rumah Abah Dasum sudah sangat memprihatinkan sejak sekitar dua tahun terakhir. Meski demikian, Abah Dasum bersama keluarganya tetap bertahan tinggal di rumah tersebut karena tidak memiliki tempat lain untuk dihuni.
“Kondisi rumahnya memang hampir roboh. Dinding bambunya sudah kropos, kayu-kayu penyangga juga mulai rapuh, dan atapnya bocor saat hujan. Tapi Abah Dasum tetap tinggal di sana karena tidak punya pilihan lain,” kata Ibnu.
Menurutnya, anak-anak Abah Dasum juga hidup dalam keterbatasan sehingga belum mampu membantu memperbaiki rumah orang tuanya. Selain itu, selama ini Abah Dasum mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan bahkan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera merealisasikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Abah Dasum. Mengingat kondisi rumah yang ditempati saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya.
(Gunawan)





Komentar