Dua Tahun Rumah Suryana Kasim Ambruk, Belum Tersentuh Bantuan Rutilahu

Berita, Daerah9 views

Karawang || Patriotjabar.com – Kondisi rumah milik Suryana Kasim, warga Dusun Tegalasem RT 15/RW 06, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang ambruk sejak dua tahun lalu hingga kini belum mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah. Suryana berharap rumahnya dapat masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

Rumah tersebut, diketahui ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk dimakan usia. Hingga saat ini, bangunan rumah masih dalam kondisi memprihatinkan dan belum mendapatkan penanganan maupun bantuan renovasi dari instansi terkait.

Saat ditemui Patriotjabar.com, Jumat (8/5/2026), Suryana Kasim mengatakan, dirinya telah lama menunggu adanya bantuan perbaikan rumah. Namun hingga kini, bantuan RTLH maupun program bedah rumah yang diharapkan belum juga terealisasi.

“Rumah saya ambruk karena bangunannya memang sudah tua dan tidak kuat lagi. Sudah hampir dua tahun kondisinya seperti ini, tetapi sampai sekarang belum ada bantuan perbaikan rumah dari pemerintah,” ujar Suryana Kasim.

Suryana menjelaskan, dirinya merupakan masyarakat berpenghasilan rendah dan telah terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Menurutnya, kondisi rumah yang rusak berat tersebut seharusnya dapat menjadi prioritas dalam program bantuan rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

Ia mengaku, telah menempuh berbagai langkah administrasi untuk mendapatkan bantuan. Pengajuan permohonan dilakukan melalui Pemerintah Desa Kertasari dan telah diteruskan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang.

“Saya sudah mengajukan melalui pemerintah desa, bahkan pihak desa juga sudah membantu mengusulkan proposal bantuan ke DPRKP Kabupaten Karawang. Saya berharap ada perhatian dan bantuan agar rumah ini bisa kembali layak ditempati,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, bantuan perbaikan rumah yang diajukan oleh Suryana Kasim diketahui belum terealisasi.

(Gugun Gunawan)

Komentar