Karawang || Patriotjabar.com – Kepala Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Tamin Tisna. Bantah tuduhan terkait penyelewengan dana desa tahun anggaran 2025 yang memicu aksi demonstrasi warga, Senin (30/3/2026).
Tamin dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyebut isu, penyelewengan tidak berdasar dan diduga dipicu oleh oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menggiring opini negatif di tengah masyarakat.
“Bahasa disunat itu jadi apa? Dana desa itu bukan disunat, tapi memang ada pekerjaan yang belum selesai,” ujar Tamin.
Ia menjelaskan, polemik yang berkembang dipicu oleh belum rampungnya proyek pembangunan jalan lingkungan (jaling) yang baru terealisasi sekitar 60 persen, sementara sisa 40 persen masih dalam tahap penyelesaian.
Menurut Tamin, keterlambatan proyek disebabkan sejumlah faktor, di antaranya permintaan warga untuk menunda pekerjaan karena memasuki masa panen raya, serta kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir selama beberapa bulan.
“Waktu itu masyarakat minta ditunda karena panen. Setelah itu hujan terus sampai banjir, jadi tidak memungkinkan untuk pengecoran,” jelasnya.
Selain itu, kendala teknis di lapangan turut menghambat pengerjaan proyek, seperti akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat. Ia juga mengungkapkan adanya dukungan warga yang menghibahkan sebagian lahannya untuk pelebaran jalan.
“Ada warga yang menghibahkan lahannya supaya jalan bisa dilebarkan. Itu bentuk dukungan masyarakat,” katanya.
Tamin memastikan, sisa pekerjaan akan kembali dilanjutkan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) mulai hari ini sebagai bentuk tanggung jawab penyelesaian proyek.
Di sisi lain, ia juga membantah isu yang menyebut dana penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa dan BPD digunakan untuk menutup Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Menurutnya, keterlambatan pembayaran honor disebabkan proses pencairan yang berdekatan dengan libur perbankan menjelang Hari Raya.
“Itu tidak benar. Keterlambatan honor hanya karena proses pencairan yang berdekatan dengan libur bank,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tamin mengungkapkan adanya oknum BPD yang diduga memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan informasi tidak benar, termasuk tuduhan bahwa dirinya menahan atau menyalahgunakan anggaran desa.
Meski demikian, ia memilih untuk tidak terpancing dan mengikuti arahan pihak kecamatan serta kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif saat aksi demonstrasi berlangsung.
“Saya menghindar bukan berarti takut, tapi untuk menjaga situasi agar tidak anarkis,” ungkapnya.
Tamin menegaskan, seluruh pekerjaan yang belum rampung akan tetap dilanjutkan hingga tuntas. Ia juga membuka ruang klarifikasi kepada berbagai pihak agar persoalan tidak terus berkembang menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Intinya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Semua akan kami tuntaskan,” pungkasnya.
(Red)






Komentar