Kisah Bapak Tiga Anak di Sukabumi yang Menghijaukan Hutan TNGHS Selama 12 Tahun

Berita, Daerah22 views

Sukabumi || Patriotjabar.com – Seorang warga bernama Sugeng, yang akrab disapa Mas Sugeng, berhasil menghijaukan kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jumat (27/03/2026)

Pria yang tinggal di kawasan Gunung Karamat ini melakukan upaya penghijauan secara mandiri selama 12 tahun dengan modal pribadi dan keyakinan kuat untuk mengembalikan fungsi hutan yang sempat gundul.

Upaya tersebut, dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon endemik seperti rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima wallichii), pasang, dan huru. Tidak hanya itu, Sugeng juga menerapkan sistem agroforestri dengan memanfaatkan lahan hutan secara bijak bersama keluarganya.

Ia menanam tanaman produktif seperti nangka, rambutan, jambu, pisang, kopi, serta sayuran tanpa mengganggu tanaman inti hutan.
“Awalnya lahan ini gundul, tapi saya punya keyakinan kalau ditanam terus, hutan akan kembali hijau dan berfungsi seperti semula,” ujar Sugeng saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kesabaran dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan dalam menghijaukan kembali kawasan tersebut.

Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak melakukan penebangan pohon, melainkan terus menambah vegetasi agar fungsi hutan tetap terjaga, baik sebagai peneduh, penyimpan cadangan air tanah, maupun penguat struktur tanah agar tidak terjadi longsor.

“Saya tidak menebang, justru menanam. Hutan itu harus dijaga keseimbangannya supaya tetap hidup dan bermanfaat,” tambahnya.

Kini, lahan yang dulunya gersang telah berubah menjadi hijau dan membentuk ekosistem hutan yang lebih stabil. Sugeng juga mengingatkan pentingnya keberagaman tanaman dalam hutan, karena hutan yang homogen atau hanya terdiri dari satu jenis pohon memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan ekosistem.
Kisahnya, menjadi bukti bahwa hutan dapat dimanfaatkan tanpa harus merusaknya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menghentikan deforestasi dan mulai mengelola hutan dengan memperhatikan fungsi ekologisnya demi keberlanjutan lingkungan.

(Aep)