Karawang Tangkas: Inovasi Kolaboratif Tekan Stunting dan Anemia Remaja

Berita, Daerah238 views

Karawang || Patriotjabar.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi lintas sektor. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Karawang pada 2021 tercatat 20,6 persen, sempat turun menjadi 14 persen pada 2022, namun kembali mengalami kenaikan pada tahun berikutnya .

Sementara itu, data e-PPGBM menunjukkan tren yang lebih positif, dari 2,7 persen pada 2021 menjadi 1,54 persen pada 2023, meski sedikit meningkat menjadi 1,8 persen pada 2024 . Fluktuasi tersebut menjadi dasar lahirnya berbagai inovasi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Karawang.

Kepala Bappeda Karawang, M. Ridwan Salam, mengatakan pendekatan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk mengatasi persoalan stunting di daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa yang tersebar di 30 kecamatan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami perlu kolaborasi,” ujar Ridwan .

Sejak 2022, Pemkab Karawang menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta membangun model kolaborasi pentahelix Desa/Kelurahan Tangkas Stunting, yang melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, media, dan akademisi.

Program ini menghadirkan layanan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa/kelurahan, termasuk Pos Gizi Terintegrasi, penyuluhan kelompok, hingga pemberian makanan tambahan . Targetnya, tidak ada kasus stunting baru di desa lokus serta menurunnya persentase balita bermasalah gizi .

Tak hanya menyasar balita, Pemkab Karawang juga memfokuskan intervensi pada remaja putri melalui program GRES KECE dan Sekolah Balad Tangkas. Program ini meliputi skrining anemia, tatalaksana anemia, serta perubahan perilaku melalui empat pesan kunci .

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Karawang, dr. Nurmala Hasanah, menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi menjadi kunci keberhasilan program.

“Dari program yang kita laksanakan kami berupaya untuk memberikan informasi yang gampang diingat oleh masyarakat,” ujar dr. Nurmala .

Ia menambahkan, hasil intervensi di tiga sekolah dengan kasus anemia tertinggi menunjukkan penurunan signifikan.

“Dari 24 kasus anemia berat, hanya sisa 2 kasus yang masih termasuk anemia berat setelah dilakukan intervensi,” katanya .

Secara umum, angka anemia remaja di Karawang turun dari 30,25 persen pada 2023 menjadi 28,3 persen pada 2024 .

Selain intervensi langsung, Dinas Kesehatan juga menghadirkan Aplikasi Tangkas berupa dashboard permasalahan gizi balita, remaja, dan ibu hamil berisiko yang disajikan dalam bentuk peta dan diperbarui setiap bulan .

Upaya lain dilakukan melalui Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk meningkatkan kapasitas komunikasi tenaga kesehatan dan kader posyandu . Bahkan, pada 2025 diluncurkan webinar series bagi kader posyandu guna memperkuat literasi kesehatan di tingkat akar rumput .

Menutup pernyataannya, dr. Nurmala menegaskan komitmen Pemkab Karawang dalam upaya pencegahan berkelanjutan.

“Karawang Tangkas bukan sekadar program. Ini adalah semangat bergerak bersama untuk kesehatan,” pungkasnya .

Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif tersebut, Pemkab Karawang berharap model konvergensi percepatan penurunan stunting yang diterapkan dapat menjadi contoh replikasi di tingkat nasional.

(Red)