Diguyur Hujan Deras, Gedung SMK Nurul Ansor Karawang Ambruk: Sekolah Menjerit Minta Perhatian Pemerintah

Berita, Daerah328 views

Karawang || Patriotjabar.com – Insiden memprihatinkan kembali terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Sebuah ruang kelas di SMK Nurul Ansor yang berlokasi di Jalan Raya Kemiri, Kecamatan Jayakerta, ambruk pada Sabtu (7/2/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di tengah heningnya malam, mengejutkan warga sekitar sekolah.

Ambruknya bangunan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jayakerta. Intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang yang mengguyur sejak sore hingga larut malam menjadi beban yang tak lagi sanggup ditahan oleh struktur bangunan yang memang sudah termakan usia dan rapuh.

Dilansir dari Lingkar Karawang Kepala SMK Nurul Ansor, Ahmad Sutisna, mengonfirmasi bahwa ruang kelas yang roboh tersebut terletak di lantai dua gedung sekolah. Beruntung, saat kejadian berlangsung, tidak ada aktivitas belajar mengajar di ruangan tersebut karena waktu menunjukkan tengah malam, sehingga korban jiwa dapat dihindarkan dalam musibah ini.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah mengambil langkah antisipasi jauh-jauh hari. Ruang kelas di lantai dua tersebut sudah lama dikosongkan dan tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) karena kondisinya yang dinilai membahayakan. Seluruh aktivitas siswa dan guru selama ini telah dipindahkan dan dipusatkan di lantai satu demi alasan keselamatan.

“Kondisi fisik bangunan sekolah kami memang sudah sangat memprihatinkan sejak lama. Kerusakan tidak hanya terjadi pada satu ruang kelas yang ambruk ini saja, tetapi menyebar di beberapa titik gedung lainnya yang juga mengalami kebocoran parah dan pelapukan material,” ujar Ahmad Sutisna saat memberikan keterangan, Minggu (8/2/2026).

Pihak yayasan dan sekolah mengakui bahwa selama ini mereka hanya mampu melakukan perbaikan-perbaikan kecil dan penanganan seadanya. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang membuat renovasi total atau perbaikan menyeluruh sulit direalisasikan tanpa bantuan eksternal.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Sutisna menyuarakan harapannya yang besar kepada pemerintah. Ia mengingatkan kembali instruksi tegas Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa tidak boleh ada lagi bangunan sekolah yang hancur atau tidak layak di negeri ini. Pihak sekolah sangat menantikan atensi nyata dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Padahal, SMK Nurul Ansor merupakan rumah kedua bagi 151 siswa yang menuntut ilmu dan 20 orang guru yang mengabdikan diri. Mereka semua kini dihantui rasa was-was akan keselamatan struktur bangunan yang tersisa, mengingat hak untuk belajar dan mengajar dengan aman dan nyaman adalah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi.

“Kami benar-benar membutuhkan uluran tangan segera. Sekolah kami sudah roboh, namun roda pendidikan tidak boleh berhenti. Untuk saat ini, langkah darurat yang bisa kami lakukan hanyalah membersihkan puing-puing reruntuhan agar tidak menimpa atau membahayakan warga sekolah di lantai bawah,” ungkap Ahmad dengan nada prihatin.

Melalui beberapa informasi yang disampaikan, pihak sekolah SMK Nurul Ansor mengetuk hati berbagai pihak pemangku kebijakan. Besar harapan agar musibah ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk segera menurunkan bantuan revitalisasi, sehingga proses pencerdasan anak bangsa di Jayakerta dapat terus berjalan tanpa harus bertaruh nyawa di bawah atap yang rapuh.

(Gugun Gunawan)

Komentar

Berita Update