Sangat memprihatinkan Potret Kemiskinan Ekstrem Keluarga Ibu Eni di Desa Kertasari Kecamatan Rengasdengklok

Berita, Daerah364 views

KARAWANG || Patriotjabar.com – Sebuah fakta memprihatinkan mengenai kesenjangan sosial kembali mengemuka di wilayah Kabupaten Karawang. Di tengah pesatnya pembangunan daerah, masih ditemukan warga yang bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit, tepatnya di Dusun Tegal Asem Rt. 14/Rw.06, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Ibu Eni seorang IRT Keluarga kecil ini, kini menjadi sorotan setelah kondisi rumah kediamannya yang mereka tempati teridentifikasi dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Bangunan yang mereka tempati selama bertahun-tahun tersebut telah mengalami kerusakan, struktural rumah sangat parah dan tidak lagi memenuhi standar hunian layak bagi manusia.

Secara visual, rumah tersebut menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi dengan material atap yang sudah mulai melapuk dan dinding yang tidak lagi kokoh. Kayu bangunan yang sebagian besar telah hancur menambah daftar panjang risiko keselamatan yang harus dihadapi oleh Ibu Eni beserta keluarganya setiap hari.

Kekhawatiran mendalam turut dirasakan oleh warga sekitar yang menyaksikan langsung penurunan kondisi fisik bangunan tersebut. Warga menilai bahwa struktur rumah sudah tidak lagi memiliki daya tahan yang memadai, sehingga ancaman runtuhnya bangunan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat cuaca hujan melanda.

Kondisi bangunan ini sudah mencapai titik rawan. Kami sangat khawatir jika hujan deras disertai angin kencang melanda, rumah ini bisa runtuh seketika dan membahayakan nyawa penghuninya,” ujar Mustamir salah seorang warga setempat saat memberikan keterangan pada Patriot kabar.com. Senin, 29 Desember 2025.

Ironisnya, di tengah berbagai program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah, keluarga Ibu Eni mengaku belum pernah merasakan manfaat dari intervensi bantuan sosial. Hingga saat ini, belum ada bantuan nyata, baik melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun skema bantuan kesejahteraan lainnya.

Ibu Eni mengungkapkan bahwa kediamannya telah beberapa kali dikunjungi oleh pihak-pihak yang melakukan pendataan serta survei lapangan. Namun, proses administratif tersebut hingga kini belum membuahkan hasil konkret atau tindak lanjut yang dapat meringankan beban hidup keluarganya.

“Sudah banyak pihak yang datang untuk melakukan survei dan meminta data pribadi keluarga saya. Namun, setelah dokumen diserahkan dan kondisi rumah difoto, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang,” tutur Ibu Eni dengan nada suara yang bergetar menahan kesedihan.

Kisah Ibu Eni ini menjadi refleksi atas masih adanya celah dalam sistem pendistribusian bantuan sosial di tingkat akar rumput. Diperlukan evaluasi mendalam dari pihak pemerintah desa maupun daerah agar warga yang berada dalam kondisi darurat seperti ini tidak terabaikan dalam proses birokrasi.

Kini, harapan besar tertuju pada respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Karawang serta kepedulian para dermawan. Dukungan kolektif sangat dibutuhkan untuk memberikan hunian yang aman dan layak bagi Ibu Eni dan anak-anaknya, demi menjamin hak dasar mereka sebagai warga negara.

(Gugun)

Komentar