PEKANBARU || Patriotjabar.com – Pembangunan tiga pabrik pakan ternak yang akan dibangun oleh Danantara Indonesia di Provinsi Riau dinilai akan semakin memperkuat perkembangan sektor peternakan di Bumi Lancang Kuning. Ketersediaan pakan yang murah dan stabil akan menekan biaya produksi sehingga produksi ternak sendiri akan lebih konsisten.
Hal ini dikemukakan Guru Besar Ilmu Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof Dr Yendraliza, SPt, MP ketika dihubungi GoRiau, Jumat (28/11/2025).
“Kita menyambut positif rencana pembangunan pabrik pakan (oleh Danantara Indonesia) ini di Riau. Saya melihat ini sebuah langkah strategis yang sangat potensial untuk memperkuat sektor peternakan di Riau, terutama jika diikuti dengan kebijakan pendampingan, dukungan terhadap peternak rakyat, pemanfaatan bahan lokal, dan perbaikan rantai nilai agribisnis,” kata Yendraliza.
Menurut profesor peternakan pertama di Riau ini, pembangunan pabrik pakan akan berdampak positif serta memunculkan multiplier effect bagi banyak kalangan. Misalnya, petani jagung, padi, bungkil kelapa, limbah perkebunan dan lain sebagainya, bisa mendapatkan pasar yang lebih luas sebagai pemasok bahan baku untuk pabrik pakan.
“Keberadaan pabrik pakan ini juga membuka lapangan kerja di wilayah pabrik dan jalur distribusi pakan,” ungkap Yendraliza.
Ditanya seberapa jauh pengaruh pakan yang stabil terhadap produksi peternakan, Yendraliza menjelaskan, dalam konteks industri peternakan, misalnya ayam pedaging/petelur, komponen pakan bisa menyumbang 60 hingga 80 persen dari biaya operasional. Maka itu, katanya, dengan pakan yang lebih murah dan stabil, biaya produksi bisa ditekan sehingga memungkinkan skala produksi lebih besar, margin lebih tinggi, dan produksi lebih konsisten.
“Kalau soal hambatan industri pakan ternak di Riau, sejauh ini saya melihat pasokan ketersediaan bahan baku pakan ternak kita masih rendah. Mekanisme distribusi dan pemasaran bahan baku pakan sepertinya juga belum optimal sehingga masyarakat kita tetap bergantung pada impor bahan baku dari luar daerah,” paparnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Yendraliza memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, pabrik pakan penting menggunakan dan mendorong penggunaan bahan baku lokal sehingga memberi nilai tambah bagi petani dan memperkuat rantai nilai lokal.
Hal ini sekaligus untuk memunculkan bahan baku pakan lokal. Kedua, akses terhadap bibit unggul dan manajemen genetik harus diperkuat karena pakan saja tidak cukup bila kualitas genetik rendah.
“Infrastruktur distribusi dan pemasaran hasil ternak juga perlu diperbaiki. Sistem pemasaran yang efesien juga perlu diciptakan,” ungkap Yendraliza.
Untuk diketahui, Danantara Indonesia akan membangun tiga pabrik pakan ternak di Provinsi Riau. Pembangunan pabrik pakan ternak ini untuk menekan harga pakan ternak, sekaligus menjamin ketersediaan ayam dan telur yang lebih stabil dan terjangkau guna menyukseskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, pabrik pakan ternak dari Danantara tersebut akan dibangun di dua tempat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), satu pabrik lagi di Kota Pekanbaru. Rencananya, ungkap Mimi, akan dibangun peternakan ayam petelur dan pedaging lengkap dengan pabrik pakannya.
Pelaksanaan proyek akan ditangani Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nilai investasi mencapai Rp 1,304 miliar untuk Riau. Pemerintah provinsi akan memberikan dukungan perizinan dan fasilitasi lahan.
(Indra)






Komentar